Minggu, Juli 25

ADA APA DENGAN OLAHRAGA di ABDYA


Salam Olahraga...!!

Gema bersembunyi dibalik ruang semangat, peluang dan harapan terhadap impian, gemilang penuh kemenangan. Kegelisahan dan kebingungan muncul disaat kondisi (kebutuhan) akan suatu tanggungjawab baik secara moril maupun materil menyayat diri. Kepastian seakan terbungkam oleh panca indra dan setetes tinta, padahal tahapan emergency sudah tiba akibat waktu. Secangkir pertanyaan dan segudang harapan yang tertuang dalam benak segenap insan maniak terhadap olahraga, bagaikan pasang surut gelombang di pantai cemara indah, maju gemetar diam terkuali. Ada apa dengan olahraga di ABDYA?.

Begitulah kegelisahaan yang terus menghantui para pengurus cabang olahraga di Kabupaten Aceh Barat Daya (ABDYA). Betapa tidak, menjelang satu bulan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV XI), masing-masing cabang olahraga belum memperoleh dana pembinaan dari KONI. Aneh memang, tapi inilah kenyataan yang harus dihadapi, karena target yang akan dicapai sungguh luar biasa. Bagaikan para si pejalan kaki yang dipaksakan untuk berlomba dengan para joki.

Dalam kajian ilmu pertanian, peningkatan produksi tanaman harus berkolerasi dengan perawatan yang dilakukan. Pengendalian gulma, pengendalian hama dan memberikan nutrisi kepada tanaman dalam bentuk pupuk merupakan bagian dalam perawatan tanaman. Bergitu juga dengan olahraga, jika ingin mandapatkan hasil masksimal, maka diperlukan pembinaan yang regular dan intensif.

Olahraga adalah aktivitas untuk melatih tubuh seseorang, tidak hanya secara jasmani tetapi juga secara rohani. Aspek pengembangan olahraga meliputi pengaturan, pendidikan, pelatihan, pembinaan, pengembangan dan pengawasan, seperti amanat yang tertuang dalam amanat UU No. 3 Tahun 2005.

Suatu ungkapan mengatakan “Didalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat”, memperoleh tubuh yang kuat dan jiwa yang sehat tentunya memerlukan proses (latihan). Dalam menjalankan proses latihan tersebut sudah barang tentu membutuhkan biaya, berupa kebutuhan peralatan (sarana dan prasarana latihan) dan kebutuhan konsumsi. Bagi cabang olahraga yang belum memiliki sarana dan prasarana olahraga untuk latihan, maka arahannya adalah menyewa/member kepada para pihak pebisinis masing-masing bidang olahraga.

Sesuai dengan SK Nomor : KEP. 84 tahun 2010 tentang pedoman penyelenggaraan, pelaksanaan PORPROV XI akan dilaksanakan pada tanggal 15-24 Juli 2010 di Kabupaten Bireuen. Kebijakan tersebut telah membangunkan kembali KONI ABDYA yang sempat mati suri untuk segera berbenah. Kerja keras dari beberapa tokoh peduli olahraga telah berhasil kembali membentuk struktur KONI pada bulan Maret 2010 lalu. KONI telah berkomitmen dan menetapkan 15 cabang olahraga sebagai perwakilan kontingen ABDYA dengan jumlah atlit sebanyak 165 orang.

Selama ini KONI selaku pelaksana teknis dari pemerintah dalam hal pembinaan olahraga terkesan layu. koordinasi kepada setiap pengurus masing-masing cabang olahraga juga sangat terbatas, apalagi untuk melakukan peninjauan lapangan (monitoring). Finansial menjadi kendala yang sangat klasik, padahal cost budget sudah alokasikan sebesar Rp 900 juta untuk kontingen ABDYA yang berasal dari APBK.

Walau nominal yang dialokasikan sangat terbatas, di harapakan masing-masing cabang olahraga sudah memperolehnya sejak 3 yang lalu. Sungguh dilematis dan sangat memprihatinkan, hingga kini anggaran pembinaan tersebut belum diterima oleh masing-masing cabang olahraga, entah dimana rimbanya?.

Pada lembar lain, timbul keprihatinan dan kebanggaan tersendiri bagi masing-masing cabang olahraga yang terus mempersiapkan pembinaan atlit untuk berjuang di event bergengsi tersebut. Bagi pengurus cabang FPTI-ABDYA, pembinaan atlit sudah mengambil start sejak bulan Februari 2010 dan sembari melakukan penguatan organisasi ditingkat pengurus. Meskipun cabang ini tergolong sangat muda, berdiri sejak tanggal 9 September 2009, tetapi memiliki semangat yang tinggi untuk berkontribusi bagi daerah tercinta.

UU No.4 Tahun 2002 melahirkan embrio baru terhadap pemekaran kabupaten, salah satunya adalah Kabupaten Aceh Barat Daya. Secara administrasi memiliki luas sebesar 2.334,01 km2 dengan jumlah penduduk mencapai 125.241 jiwa. Daerah yang diapit oleh pegunungan bukit barisan dan lautan menjadikan sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, pedagang dan nelayan.

Kultur budaya dan tradisi masyarakat masih sangat kental sehingga silaturrahmi terus terjalin, seperti halnya olahraga merupakan salah satu media silaturrahmi masyarakat. Kondisi tersebut menjadikan ABDYA sangat potensial untuk melakukan pengembangan dunia olahraga bukan hanya sekedar tradisi tetapi juga dapat ditingkatkan kejenjang prestasi, amatir hingga profesional. Pencapaian tersebut tentunya harus didukung oleh proses pembinaan/kaderisasi secara reguler dan terarah sehingga melahirkan atlit-atlit yang potensial dan handal dibidangnya.

ABDYA pada hakikatnya memiliki segudang atlit yang potensial dan berprestasi, hanya saja kurang mendapatkan pembinaan untuk pengembangan potensi yang dimiliki tersebut. Disisi lain terdapat beberapa putra daerah yang menjadi atlit untuk membawa nama harum daerah lain, kebanyakan dari mereka adalah mahasiswa yang sedang menimba ilmu di Banda Aceh. Indikasinya adalah koordinasi dan komitmen yang dibangun terkesan sepihak dan kurang transparan seperti pengalaman PORDA X di Takengon tahun 2008, kontingen ABDYA hanya mampu meraih 2 mendali emas.

Seharusnya pengalaman tersebut menjadi cermin untuk melakukan evaluasi, sehingga diharapkan adanya perbaikan dan peningkatan ditahun berikutnya.

Pemerintah Daerah, KONI dan Pengurus Cabang Olahraga adalah pihak yang harus bertanggung jawab terhadap esistensi dunia olahraga. Tiga komponen ini harus memiliki manajemen yang bersinergi sehingga terbentuk intergritas dan pemahaman secara menyeluruh serta melahirkan segudang atlit yang berprestasi dan mengharumkan nama daerah. Dukungan dan partisipasi pada strata masyarakat merupakan motivasi besar terhadap pencapaian tujuan yang di canangkan. Kepada seluruh masyarakat ABDYA diseluruh pelosok dunia, mari kita berbuat bersama untuk kejayaan olahraga di tanoh breuh sigupai.


Wassalam
Pengcab FPTI-ABDYA

Dedi Ikhwani, SP
Ketua Harian

0 コメント::

Posting Komentar

There is a price to be paid to grow. The pay is commitment.

 

Copyright © Dira's blogpage. Template created by Volverene from Templates Block
WP by WP Themes Master | Price of Silver